Selasa, 27 Oktober 2015

Kesulitan Belajar Siswa SD Bagaimana Peran Guru Kelas Dalam Menanganinya

  Arief Bahtiar, S.Pd. 10:16
Dalam suatu mapel atau mata pelajaran harus diyakini lebih dominan kejadian pada mata pelajaran yang tersajikan oleh guru ada saja siswa atau salah satu siswa yang mengalami kesulitan belajar, atau kesulitan menerima apa yang kita sampaikan, yah bahasa lazimnya terjadinya kesulitan belajar pada siswa yang harus kita ketahui, apa ituKesulitan Belajar ? ciri-ciri dan penanganannya jika terjadi pada siswa Bapak/Ibu sekalian.

Children - primary school age children assume that learning should be at school and
given by the teachers rather than by the parents, so that this assumption is no longer willing to lead children to learn at home. Children - children still assumes that learning is an activity that is boring, because it should be prosecuted (both parents and teachers) to always learn and task - the task given by the teacher

Jika kita artikan
Anak – anak usia sekolah dasar menganggap bahwa belajar itu harus di sekolah dan

diberikan oleh guru bukan oleh orang tua, sehingga anggapan ini mengakibatkan anak tidak mau lagi belajar di rumah. Anak – anak masih menganggap bahwa kegiatan belajar merupakan kegiatan yang membosankan, karena harus dituntut (baik orangtua maupun guru) untuk selalu belajar dan mengerjakan tugas - tugas yang diberikan oleh guru

Masalah – masalah atau hambatan dalam belajar itu tidak hanya dialami oleh murid – murid yang
terbelakang saja. Tetapi juga dapat menimpa yang pandai atau yang cerdas.
a. Pada dasarnya masalah belajar dapat di golongkan menjadi :
  • Sangat cepat dalam belajar.
  • Keterlambatan akademik: murid – murid yang memiliki intelgensi normal tapi tidak
  • bisa memanfaatkan secara baik .
  • Lambat belajar: yaitu murid – murid yang tampak memiliki kemampuan yang kurang
  • memadai.
  • Kurang motivasi belajar: murid – murid yang kurang semangat dalam belajar.
  • Sikap dan kebiasaan buruk dalam belajar.
  • Kehadiran di sekolah
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi nya
a. Internal mencakup
⇒ Kondisi fisik, ( seperti kesehatan organ tubuh )
⇒ Kondisi psikis ( seperti kemampuan intelktual )
⇒ Emosional dan kondisi sosial ( seperti kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan )

Learning disabilities are problems faced by individuals associated with
belajar.Menurut activity (Grossman, 2001) learning difficulties is a condition where
a feat not achieved in accordance with standard criteria that have been ditetapkan.Senada with
it is, Sugihartono, et al. (2007) explains that the difficulty of learning is a
symptoms appear on the learner characterized by learning achievement
low or below a predetermined norms

Perilaku guru dapat mempengaruhi keberhasilan belajar, misalnya guru yang bersifat
otoriter akan menimbulkan suasana tegang, hubungan guru siswa menjadi kaku,
keterbukaan siswa untuk mengemukakan kesulitan-kesulitan sehubungan dengan pelajaran
itu menjadi terbatas.
Oleh karena itu, guru harus dapat menerapkan fungsi bimbingan dalam kegiatan
belajar – mengajar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses belajar
mengajar sesuai dengan fungsinya sebagai guru dan pembimbing, yaitu:
  • a. Mengarahkan siswa agar lebih mandiri
  • b. Sikap yang positif dan wajar terhadap siswa.
  • c. Perlakuan terhadap siswa secara hangat, ramah, rendah hati, menyenangkan

SEJARAH DAN PAHLAWAN SUMPAH PEMUDA

Sumpah Pemuda – Soempah Poemuda merupakan salah satu tonggak bersejarah dinegeri ini, dimana pada tanggal 28 Oktober 1928 lalu Sumpah pemuda ini dikumandangkan oleh berbagai element Pemuda. Sumpah Pemuda ini merupakan sebuah tonggak penting yang menandainya bersatunya perjuangan kearah persatuan Indonesia. Dan terbukti, pada tanggal 17 Agustus 1945, Semangat Sumpah Pemuda itu kemudian terwujud dalam pendirian Negara kesatuan Republik Indonesia.
Isi Naskah Sumpah Pemuda
SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
  • KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
  • KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
  • KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
 Panitia Kongres Pemuda
Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
  • Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
  • Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
  • Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
  • Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
  • Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
  • Pembantu V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
  • Peserta : Abdul Muthalib Sangadji; Purnama Wulan; Abdul Rachman; Raden Soeharto; Abu Hanifah; Raden Soekamso; Adnan Kapau Gani; Ramelan; Amir (Dienaren van Indie); Saerun (Keng Po); Anta Permana; Sahardjo; Anwari; Sarbini; Arnold Manonutu; Sarmidi Mangunsarkoro; Assaat; Sartono; Bahder Djohan; S.M. Kartosoewirjo; Dali; Setiawan; Darsa; Sigit (Indonesische Studieclub); Dien Pantouw; Siti Sundari; Djuanda; Sjahpuddin Latif; Dr.Pijper; Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken); Emma Puradiredja; Soejono Djoenoed Poeponegoro; Halim; R.M. Djoko Marsaid; Hamami; Soekamto; Jo Tumbuhan; Soekmono; Joesoepadi; Soekowati (Volksraad); Jos Masdani; Soemanang; Kadir; Soemarto; Karto Menggolo; Soenario (PAPI & INPO); Kasman Singodimedjo; Soerjadi; Koentjoro Poerbopranoto; Soewadji Prawirohardjo; Martakusuma; Soewirjo; Masmoen Rasid; Soeworo; Mohammad Ali Hanafiah; Suhara; Mohammad Nazif; Sujono (Volksraad); Mohammad Roem; Sulaeman; Mohammad Tabrani; Suwarni; Mohammad Tamzil; Tjahija; Muhidin (Pasundan); Van der Plaas (Pemerintah Belanda); Mukarno; Wilopo; Muwardi; Wage Rudolf Soepratman; Nona Tumbel.
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu”Indonesia Raya” gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie Kong Liong. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau. Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang, yaitu : Kwee Thiam Hong; Oey Kay Siang; John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien kwie.
Tema peringatan Sumpah pemuda 2013
Pada Tahun 2013 ini, Senin 28 Oktober 2013, Kita telah sampai pada peringatan sumpah Pemuda yang ke-85, adapun tema Peringatan Hari Sumpah Pemuda HSP tahun 2013 ini adalah:
DENGAN SUMPAH PEMUDA, KITA WUJUDKAN PEMUDA YANG SANTUN, CERDAS, INSPIRATIF DAN BERPRESTASI
Sub-Tema:
  • MENUMBUHKAN SEMANGAT BERPRESTASI DI KALANGAN PEMUDA, DEMI KEJAYAAN BANGSA DI MASA DEPAN
  • MENJADIKAN PEMUDA SEBAGAI INSPIRASI DALAM PEMBANGUNAN BANGSA
  • KITA MANTAPKAN KEMBALI KEMANDIRIAN DAN KREATIVITAS PEMUDA INDONESIA
Karakteristik:
  • Kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85 Tahun 2013 bercirikan:
  • Dilaksanakan dengan kesederhanaan yang lebih mengutamakan fungsi dan manfaat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85 Tahun 2013.
  • Dilaksanakan dengan memberikan kesempatan luas kepada pemuda untuk berpartisipasi aktif.
  • Mencerminkan semangat, jiwa, dan nilai-nilai Sumpah Pemuda 1928.
  • Menumbuhkembangkan dan memperkokoh karakter jatidiri bangsa.
  • Dilaksanakan dengan memberikan manfaat untuk memperkokoh karakter dan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Memberikan kesadaran kepada pemuda untuk memiliki kesantunan, meningkatkan kecerdasan, menjadikan dirinya sebagai inspirasi bagi kemajuan lingkungannya dan lebih memacu prestasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sumpah Pemuda

Dompyongwetan- Belum lama ini kita baru memperingati hari sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober kemarin. Sumpah pemuda merupakan hasil keputusan Kongres Pemuda Kedua pada tanggal 28 Oktober 1928, yang kemudian ditetapkan sebagai hari sumpah pemuda. Artikel sumpah pemuda banyak sekali beredar di Internet, biasanya artikel-artikel seperti ini dibutuhkan oleh para pelajar untuk mengerjakan tugas sekolah pada pelajaran Bahasa Indonesia ataupun pelajaran Sejarah.

Pada pembuatan artikel sumpah pemuda, pada awal pembukaan artikel sebaiknya berisi mengenai hal-hal problematika pemuda saat ini atau keadaan pemuda saat ini. Kemudian diteruskan dengan pembukaan sejarah sumpah pemuda, seperti kapan ikrar sumpah pemuda di ikrarkan, berlokasi dimana, siapa penggagasnya, siapa saja yang hadir pada sumpah pemdua dan isi teks sumpah pemuda. Bisa juga ditambahkan dengan beberapa alasan-alasan mengenai diadakanya Kongres Pemuda Kedua.
Artikel sumpah pemuda
Artikel Sumpah Pemuda
Setelah itu, pada artikel tentang sumpah pemuda ditambahkan dengan makna yang bisa diambil dari sumpah pemuda untuk pemuda-pemudi saat ini, agar pemuda saat ini bisa mengambil spirit dari sumpah pemuda. Karena sumpah pemuda itu bukan hanya untuk masa perjuangan dahulu saja, dalam setiap ikrar sumpah pemuda terkandung makna agar pemuda-pemudi bangsa indonesia harus memperjuangkan nasib masa depan bangsa Indonesia. 
Dalam artikel tersebut juga bisa dijelaskan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pemuda-pemudi bangsa untuk bisa menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur serta berdaulat. Bagaimana cara memperjuangkan keutuhan bangsa Indonesia dari banyaknya pengaruh-pengaruh bangsa asing di Indonesia. Bagaimana cara membenahi luka kejiwaan (mental) berbangsa yang ada sejak era pra-kemerdekaan dan juga bagaimana caranya untuk mencerdaskan bangsa dari Sabang hingga Merauke. Salah satu contoh artikel tentang sumpah pemuda adalah sebagai berikut :

Artikel tentang sumpah pemuda

Sumpah Pemuda merupakan babak baru bagi perjuangan  bangsa Indonesia. Karena, perjuangan yang bersifat lokal (kedaerahan) berubah menjadi perjuangan yang bersifat nasional. Para pemuda jaman dahulu sadar bahwa perjuangan yang bersifat lokal sia-sia belaka. Penjajah dapat mematahkan perlawanan mereka walaupun cukup merepotkan juga. Mereka juga sadar bahwa hanya dengan persatuan dan kesatuan, cita-cita kemerdekaan dapat diraih. 

Oleh karena itu, peristiwa 28 Oktober 1928 tidak layak dan tidak boleh kita lupakan, terlebih oleh para pemuda. Karena, pemudalah yang mengucapkan sumpah tersebut  dan dengan sungguh-sungguh mentaatinya. Saat ini, cita-cita untuk meraih kemerdekaan sudah  tercapai. Lalu, apakah Sumpah Pemuda masih relevan untuk saat ini? Tentu saja Sumpah Pemuda masih berperan penting, yaitu untuk kembali menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia yang kini kian meredup.  
Para pemuda sepatutnya kembali menggali nilai-nilai luhur yang terkandung  di dalamnya. Nilai-nilai yang ditemukan diharapkan menjadi pendorong dan arah untuk memperkuat kesatuan dan persatuan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pemaknaan tiada henti (terus-menurus) tentang  Sumpah Pemuda. Juga, memberi pemaknaan secara baru sesuai dengan perubahan zaman dan kondisi aktual. Kesatuan dan persatuan amat penting bagi negara kita yang karakteristik masyarakatnya majemuk berganda, yaitu majemuk secara horisontal dan majemuk secara vertikal. Diharapkan dengan adanya pembahasan sumpah pemuda ini, masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan cita-cita bersama menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Jumat, 09 Oktober 2015

Profil Sekolah Tahun 2015/2016


Nama Sekolah : SD NEGERI 1 DOMPYONG WETAN
NSS : 101021730002
NPSN : 20215306
Status Sekolah : Negeri
Bentuk Pendidikan : SD
Alamat : Dusun 01 No 158
RT : 5
RW : 2
Nama Dusun : Dusun 1
Desa/Kelurahan : DOMPYONG WETAN
Kode Pos : 45194
Kecamatan : Kec. Gebang
Kabupaten/Kota : Kab. Cirebon
Propinsi : Prop. Jawa Barat
Nomor Telepon : 81320150650
Nomor Fax : 148
Email : sdn1_dompyongwetan@yahoo.co.id
Website : http://ariefberangkat.blogspot.co.id/
SK Pendirian Sekolah : sk/Pend.921/VII/1985
Tanggal SK Pendirian : 1963-04-01
SK Izin Operasional : sk/Pend.921/VII/1985
Tanggal SK Izin Operasional : 1985-01-01
SK Akreditasi : 0020/533.BAP.SM/11/2010
Tanggal SK Akreditasi : 2010-11-09
Nama Bank : Bank BJB
Cabang/KCP/Unit : Sumber
Nomor Rekening : 16917214100
Rekening Atas Nama : SD Negeri 1 Dompyongwetan
Nama Kepala Sekolah : CANDRA, S.Pd.










































Kamis, 09 Juli 2015

Cara Mengusir Tikus Rumahan


CARA MEGUSIR TIKUS DI RUMAH

Hewan yang satu ini memang bikin jengkel, benda apa saja bisa dia rusak dengan giginya, konon cara seperti itu dilakukan karena gigi tikus bagian depan akan bertambah panjang setiap harinya, jadi agar tidak tumbuh terlalu panjang maka seekor tikus selalu menggigit apa saja agar giginya tidak bertambah panjang. Selain itu kotoran dan air kencingnya bau dan membawa penyakit. Oleh karena itu seyogyanyalah kita mengusir jauh-jauh tikus dari rumah agar kesehatan dan kebersihan rumah tetap terjaga. untuk mengusir tikus dari rumah silahkan baca paparannya di bawah ini:


1. Perangkap tikus, ini adalah salah satu cara yang paling aman karena tidak menggunakan bahan kimia atau racun, cukup dengan meletakkan makanan kesukaan tikus di dalamnya, dan biarkan tikus tertarik untuk masuk ke dalam perangkap dan biarkan tikus masuk perangkap. Kelemahan dari cara ini adalah kita hanya dapat menangkap tikus satu ekor dalam satu malam.

2. Lem tikus, Cara ini mirip dengan cara nomor1 cuma medianya adalah lem, dengan meletakkan sepotong makanana di bagian tengah lem akan membuat tikus tertarik untuk mengambilnya dan tanpa disadari kakinya sudah melekat pada lem, cara ini masih kurang efektif karena lem tersebut hanya berhasil pada jenis tikus yang kecil saja sedang yang berukuran besar masih dapat lolos, sering saya jumpai pada permukaan lem menempel rambut-rambut tikus yang tertinggal sedangkan tikusnya tidak ada, ini salah satu bukti bahwa penggunaan lem kurang efektif.

3. Racun tikus, ini salah satu cara yang cukup efektif  karena tikus akan mati setelah memakan makanan yang telah diberi racun tetapi resikonya tikus yang mati akan berada di mana saja karena racun tidak langsung bereaksi seketika jadi tikus masih bisa bergerak ke tempat lain beberapa menit setelah memakan racun. Selain itu racun tikus bukan saja berbahaya bagi tikus tetapi bagi manusia dan hewan lainnya.

4. Alat pengusir tikus elektronik, untuk cara ini anda harus menyiapkan dana yang cukup untuk dapat membelinya, alat ini bekerja dengan mengeluarkan gelombang suara yang mampu membuat tikus tidak nyaman saat mendengarnya sehingga tikus akan menjauh dari rumah. Kelemahan alat ini adalah gelombang suara tersebut dapat mengganggu hewan peliharaan, selain itu kita tahu bahwa tikus adalah salah satu hewan yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya, maka lama kelamaan tikus akan terbiasa mendengar gelombang suara yang dikeluarkan alat tersebut sehingga tikus akan tetap berada di lingkungan rumah.

5. Amonia, Amonia adalah senyawa kimia yang terdapat pada air kencing manusia, untuk mengusir tikus kita tinggal memasukkan amonia ke dalam botol kemudian disemprotkan ke setiap tempat yang biasa dilalui oleh tikus. Hampir semua hewan termasuk tikus menandai wilayah kekuasaannya dengan membuang air kencing mereka di suatu tempat, maka dengan menyemprotkan amonia di bekas kencing tikus maka bau kencing tikus akan tergantikan dengan bau amonia sehingga penc1uman tikus akan terganggu dan akibatnya tikus akan kebingungan mencari jalan dan mencari alternatif jalan yang lain menjauh dari sana. Kelemahan dari cara ini adalah tempat yang sudah diberi amonia akan terc1um bau pesing yang sangat kuat.

6. Kulit durian dan buah mengkudu masak atau busuk. Aroma dari bahan-bahan yang didapat dari alam tersebut dipercaya dapat menjauhkan tikus dari rumah karena mempunyai bau-bauan yang menyengat. Cobalah taruh kulit durian dan potongan buah mengkudu matang di tempat-tempat yang biasa dilalui oleh tikus. Cara ini adalah cara yang paling aman menurut Saya karena menggunakan bahan alami yang aman bagi manusia dan hewan tetapi kita tidak mungkun dapat memiliki cangkang durian atau mengkudu bila bukan musimnya.

7. Kapur barus, tikus adalah hewan yang paling membenci bau-bauan yang menyengat seperti contohnya kapur baruis, dengan menyebar kapur barus di rumah maka tikus tidak berani masuk.

8. Memelihara predator tikus yaitu kucing, Kucing adalah salah satu pemangsa tikus selain dari burung hantu, burung elang, dan ular. Tetapi kucing ini hanya mampu memangsa tikus yang kecil-kecil saja sedangkan tikus got yang berukuran besar dia akan diam atau bahkan takut.

9. Pepermin atau daun pepermin, ambillah beberapa ikat daun  pepermin lalu ambil sarinya dengan cara didisemprotkan ke setiap tempat yang sering dilalui tikus. bila daun min sulit didapat maka alternatif lain adalah dengan menggunakan balsem yang beraroma mint dengan cara dioleskan kesetiap sudut tempat berjalannya tikus.

10. Menutup setiap celah atau lubang yang dapat dilalui tikus.

11. rajin-rajinlah membersihkan rumah jangan sampai ada sisa makanan yang tercecer

12. Tutuplah rapat-rapat tempat pembuangan sampah agar tikus tidak berleliaran atau berkembang biak di sana.

Demikianlah beberapa cara mengusir tikus dari dalam rumah, terserah anda mau pilih yang mana. semoga bermanfaat.

Minggu, 19 April 2015

Sejarah Desa Dompyongwetan, Kecamatan Gebang



ASAL-USUL
DESA DOMPYONG WETAN

Sumber :
Bapak Suhandi Bahtiar Bin Tarmid Soemintahardja

            Pada jaman dahulu kala di daerah Pagebangan berdiri sebuah kerajaan yang aman  dan sentosa, gemah ripah loh jinawi tata tentram kerta raharja, pada jaman itu masih disebut jaman pinayeun.
            Pagebangan adalah sebuah daerah di pantai utara Pulau Jawa, karena kearifan seorang raja inilah maka kerajaan tersebut termashur ke mancanegara. Kemashuran inilah di sebabkan daerahnya subur dan makmur,  tanah sawah menghijau senantiasa di jaga keasrian serta kaum nelayan diberi kebebasan untuk menggali kekayaan alam bahari. Semua pedagang diberi dan di arahkan untuk lebih maju, penduduk yang sebagian besar bermata pencaharian bercocok tanam ini di berikan penyuluhan-penyuluhan sesuai dengan kondisi waktu itu, sehingga hasil panen mereka mencukupi swa sembada pangan.
            Dengan keuletan dan kearifan beliau cara memerintah, tidak sedikit para senopati dan gegedeg dari kerajaan lain yang ingin berkunjung untuk studi banding. Dari kemashuran daerah kerajaan Pagebangan di daerah sepanjang pantai utara Pulau Jawa ini, banyak raja-raja yang mempunyai keinginan untuk mengunjunginya.
            Hubungan silaturahmi terjadi, mereka saling mengisi untuk kemajuan dan kemakmuran bersama. Adapun pangeran yang menduduki tahta singgasana kerajaan itu adalah Pangeran Sutajaya. Pangeran Sutajaya adalah seogang pangeran yang arif bijaksana, adil dalam memimpin pada pemerintah. Tidak mengherankan apabila kerajaan Pagebangan ini menjadi maju dalam waktu singkat, banyak masyarakat yang ingin mengabdikan diri kepada kerajaan ini. Sarana ibadah seperti langgar dan masjid terdapat di semua pelosok. Sehingga pelaksanaan keagamaan sangat harmonis, satu sama lainnya saling menghormati dan terdapat toleransi sehingga diantara mereka tidak ada perbedaan antara miskin dan kaya.
            Kebudayaan daerah betul-betul beliau bina seperti Tayuban, Seni Bajidoran dan Seni Burok dan sebagian Seni Keraton yaitu rudat yang bernafaskan islam yang di adakan setiap malam jum’at kliwon. Begitulah situasi suatu daerah yang di pimpin oleh seorang pemimpin yang bijaksana yang mempunyai nilai jiwa kemanusiaan yan sangat tinggi. Pada suatu hari Pangeran Sutajaya mengumpulkan para senopati dan penggawa untuk mengadakan musyawarah dalam rangka  tentang pembuatan bedug sebagai pelengkap sarana ibadah yaitu untuk memberi isyarat kepada umat islam di kala akan melaksanakan ibadah sholat, adapun kayu yang di pilih oleh pangeran yaitu kayu Widasari terdapat di daerah selatan yaitu daerah wanasari sekarang. Pada suatu saat pangeran sudah memilih kayu yang akan di buat bedug ini, tapi tak seorangpun yang mampu merobohkan kayu widasari itu, meskipun dengan sesajen dan mengerahkan semua tenaga dalam yang luar biasa. Maka dengan itu Pangeran mengadakan sayembara besar yang di tujukan kepada seluruh lapisan masyarakat baik di lingkungan kerajaan maupun di luar wilayah kekuasaan beliau.
            Isi Sayembara itu adalah “barang siapa yang dapat merobohkan kemudian dibuat bedug sampai selesai, maka kepadanya akan diberikan hadiah yaitu :
  1. Sebidang tanah sebelah selatan Pagebangan
  2. Akan di nikahkan dengan Puteri Ayu Kanjeng Sunan Pangeran Sutajaya.
            Setelah pengumuman sayembara itu menyebar luas kemana-mana, tak lama kemudian berdatangan para senopati-senopati pilihan untuk mengadu nasib demi mendapatkan hadiah dari Pangeran Sutajaya.  maka di mulailah sayembara itu, satu persatu peserta sayembara tidak ada yang berhasil. Diantaranya ada yang baru menggunakan kapak dan beberapa kali dikenai kayu itu sampai menggelepar-geleparkan mati. Bahkan ada juga yang baru 3 kali mengayunkan kapak sudah ampun-ampunan sampai keluar darah segar dari mulutnya. Banyak korban dari puluhan peserta yang terluka akibat mengikuti sayembara tersebut.
         Akhirnya Pangeran merasa kebingungan, kepada siapa lagi beliau meminta tolong seraya memanggil semua senopati dan penggawa untuk di minta pendapatnya tentang bagaimana jalan keluarnya.  Apapun segala kesulitan bagi Pangeran selalu di musyawarahkan bersama dengan para senopati dan para penggawa.
            Pada saat pangeran mengalami kesulitan, tiba-tiba datanglah seorang pemuda gagah perkasa, tandang pertentang mengerahkan ikat kepala dan langkahnya meyakinkan. Semua isi keraton terkesima atas kewibawaan dari langkah pemuda tersebut. Pemuda itu melangkah tanpa keraguan, seolah-olah seperti orang yang sudah kenal dengan lingkungan orang-orang keraton. Sesampainya menghadap Pangeran pemuda itu memberi salam hormat seraya berkata dengan kata-kat yang halus dan sopan :“Ampun kaula Kanjeng Pangeran, hamba datang dari jauh hanya untuk berbuat sesuatu yaitu melaksanakan apa yang hamba dengar tentang Sayembara yang pernah kanjeng sebarkan kepada semua orang. Oleh karena itu, izinkanlah hamba untuk sekedar mencoba atas perintah dan titah Pangeran’’. Akhirnya dengan senang hati Pangeran menerima dan mempersilahkan pemuda itu untuk mengerahkan dan membantu Pangeran, seraya berkata :’’Daulat penggawa kami semua mengizinkan pada saudara untuk berbuat dan melaksanakan dengan baik dan penuh hati-hati. Tapi, perkenankanlah pada kami siapa saudara dan berasal dari mana.
            ’’Baiklah kanjeng Pangeran, Bahwa hamba adalah orang desa yang jauh disana, hamba datang tanpa harapan dan imbalan, hamba adalah Raden Gentong yang berasal dari daerah selatan yaitu Desa Luragung. Usia hamba sekitar 12 tahun”. Demikian perkenalan dan pernyataan dari pemuda yang bernama Raden Gentong itu. Pangeran berterima kasih pada Gentong dan memepersilahkan untuk memulai pekerjaan dan mempersiapkan segala peralatan yang diperlukan.
            Dengan perasaan gembira sang pemuda itu pamit dan meminta do’a dan restu pada Pangeran serta pada sesepuh keraton. Gentong pun memulai dan mengerahkan semua tenaga dalam untuk merobohkan Pohon Widasari tersebut, tentunya memakan waktu yang cukup lama. Raden Gentong semakin penasaran terhadap Pohon Widasari yang memang telah memakan korban jiwa, dan semakin dahsyat tenaga yang dikeluarkannya. Semua prajurit dan pengikut keraton ikut menyaksikan kehebatan Raden Gentong itu. Akhirnya Pangeran beserta pengikutnya merasa terkejut dan kagum karena dengan kekuatan Bathinnya. Dalam waktu yang tidak lama akhirnya Pohon Widasari itu mulai miring, tiba-tiba dengan mudah pohon Widasari itu tumbang. Kekuatan tanaga dalam Raden Gentong yang luar biasa itu dengan memohon pada Illahi dapat merobohkan Pohon tersebut. Setelah Pohon Widasari itu Runtuh, tiba-tiba tatal-tatal kayu yang tadinya berwarna putih berubah menjadi seperti warna pelangi dan mengeluarkan cahaya. Hal ini tentunya menimbulkan keanehan bagi semua orang yang menyaksikannya. Sejak kejadian itu, maka daerah yang termasuk Desa Gembongan itu dan merupakan lokasi pekuburan, karena tatal kayu itu berwarna-warni maka dengan singkat daerah itu diberi nama Warna Sari.
            Pada mulanya sang Pangeran dan pejabat keraton satu pun tak mengira dan kurang yakin akan keberhasilan pemuda sayembara itu, namun karena ketagbahan dan keyakinan. Maka dengan perasaan gembira pohon yang di anggap oleh mereka hal yang tidak mungkin ada orang yang mampu untuk menumbangkannya. Tapi berkat kekuasaan Allah SWT dan iringan Do’a dari semua pihak, juga puteri Pangeran yang tiada henti-hentinya berdo’a agar pemuda ganteng itu berhasil tanpa ada aral yang melintang.
            “ Alhamdulillah......kita semua telah diberi berkah keselamatan lahir dan bathin, lalu harus bagaimana lagi Pangeran?” (ucap pemuda itu seraya mengerlingkan mata pada si cantik jelita). “wah..wah..wah Raden, kau memang pemuda idaman, kau memang pandai dan pantas untuk dijadikan Senopati”, dan tugas dariku satu lagi yaitu ‘membuat bedug yang terbuat dari kayu yang baru saja saudara robohkan (ucap pangeran).
            Akhirnya dengan kekuatan yang luar biasa kayu itu dibawa dan diseretnya dengan mudahnya untuk di hanyutkan ke sungai yang kemudian dibuat seperti rakit, kemudian kayu tersebut di angkat satu persatu oleh Raden Gentong. Konon sungai itu terdapat binatang-binatang buas. Ketika diperjalanan ada suatu hal aneh dan ajaib setelah Raden Gentong merakit dengan menaiki kayu itu. Sepanjang hutan warnasari sampai alun-alun keraton Pagebangan, dengan keanehan tiba-tiba sungai itu berubah menjadi jernih.
Setelah kayu itu dipotong menjadi 2 bagian, akan tetapi raden Gentong merasa kebingungan saat memotong kulit kerbau untuk di jadikan kulit dan dipasang pada ketiga bedug tersebut.
            Di saat Raden Gentong kebingungan, tiba-tiba ada seorang penduduk berpendapat tentang bahan pemasangan kulit bedug itu harus menggunakan jarum perunggu, akhirnya dengan rasa yang menggebu-gebu kemudian Raden mencari jarum perunggu itu, di dapatnya jarum tersebut dan terciptalah sebuah 3 bedug yang dimana disimpan untuk panggilan adzan umat Islam. Sehingga terdapat istilah JARUM yang berarti DOM (Bahasa Jawa). Ketiga bedug tersebut sudah dapat digunakan dan membawa keramaian masyarakat dalam menunaikan ibadah, KERAMAIAN pada saat itu istilahnya PYONG.
            Dengan kedua istilah tadi, terciptalah rangkaian kata DOMPYONG. DOM yang berarti Jarum dan PYONG yang berarti Keramaian yang luar biasa adalah dialog bahasa sunda pada waktu itu. Yang kemudian Pangeran mengambil kata DOMPYONG tadi untuk dijadikan sebuah nama Pedukuhan atau sebuah desa DOMPYONG yang mana akan ditempati oleh Raden Gentong sebagai hadiah dari Pangeran yaitu daerah Dompyong.
            Kemudian Raden Gentong membuat Rumah dan tinggal di daerah tersebut yang tepatnya di daerah pabokoran (sekarang) kurang lebih 200 meter ke arah selatan dari masjid lama Dompyong.
            Lambat laun berjalan akhirnya daerah tersebut memiliki warga yang kian bertambah, sehingga terciptalah sebuah perkampungan yang sudah ramai di bangun-bangun rumah untuk tempat tinggal mereka.
Pangeran dan keraton pun terkadang meminta bantuan kepada orang kaum buruh/kaum orang-orang yang kuli atau kerja kasar diambil dari daerah itu, karena banyak yang menjadi Buruh atau kuli maka daerah dompyongwetan bagian utara di namakan Blok Pakulian yang artinya orang-orang yang ahli dalam kuli/Kerja kasar.
Sedangkan taman yang sudah didiami oleh Raden Gentong kini di beri nama Taman Sari, sampai sekarang reruntuhan taman berserakan disana-sini karena kurang pedulinya warga dalam merawat peninggalan sesepuh mereka.
Lama kelamaan pedukuhan tersebut menjadi sebuah perkampungan yang sudah cukup banyak didiami warga yang membuat rumah/gubug baru untuk mereka. Maka di angkatlah Raden Gentong sebagai Kepala Daerah tersebut atau Kuwu. Raden Gentong mendapat julukan Buyut Jembar yang menjadi kepala desa pertama di Dompyong.

Adapun susunan Kepala Desa Dompyong berturut-turut adalah sebagai berikut :
1.                  Buyut Jembar                          Tahun     ---
2.                  Buyut Salijan                            Tahun    ---
3.                  Buyut Sadam                           Tahun    ---
4.                  Bapak tarwan                           Tahun 1899 - 1906
5.                  Bapak Natadiwangsa               Tahun 1906 - 1911
6.                  Bapak Cakradinata                  Tahun 1911 - 1917
7.                  Bapak Sumirah                        Tahun 1917 - 1920
8.                  Bapak H. Abdul Gani              Tahun 1920 - 1921
9.                  Bapak Kramadinata                 Tahun 1921 - 1923
10.              Bapak Sajum Sastrawinata      Tahun 1923 - 1927 
11.              Bapak H. Abdul Gani                Tahun 1927 - 1945 
12.              Bapak Markum                        Tahun 1945 - 1948 
13.              Bapak Astara                           Tahun 1948 - 1950
14.              Bapak Markum                        Tahun 1950 - 1951
15.              Bapak Suratman                      Tahun 1951 - 1956
16.              Bapak W. Sutrisno                   Tahun 1956 - 1967
17.              Bapak Amari                            Tahun 1967 – 1982
18.              Bapak Tjarlan                           Tahun 1981 - 1996
19.              Bapak Darsono                        Tahun 1996 - 2004
20.              Bapak Carna AS                     Tahun 2004 - 2012
21.              Bapak Didi Sutadi                    Tahun 2012 – 2018

Pada Tahun 1982 Desa Dompyong dimekarkan menjadi 2 desa berdasarkan SK Bupati tanggal 15 Juli 1982, yaitu :
1.                  Desa Dompyongwetan
2.                  Desa Dompyongkulon

Demikian riwayat singkat asal-usul Desa Dompyongwetan. Penyusun mengucapkan rasa berterima kasih banyak kepada semua pihak yang membantu juga kepada nara sumber yang telah memberikan waktu dan informasinya. Tak ada gading yang tak retak. Penyusun memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam menulis ataupun terhadap fakta yang sebenarnya, kemungkinan cerita yang singkat ini tidak sesempurna apa yang sebenarnya terjadi, karena manusia tak luput dari lupa dan dosa.  Mudah-mudahan sejarah singkat ini dapat dijadikan acuan kepada kita agar bisa melestarikan dan menjaga peninggalan bersejarah. Sekian terimakasih

 Penulis:
Arief Bahtiar, S.Pd.


Kamis, 16 April 2015

Bahasa sebagai Jati Diri Bangsa

Jati diri—atau yang lazim juga disebut identitas—merupakan ciri khas yang menandai seseorang, sekelompok orang, atau suatu bangsa. Jika ciri khas itu menjadi milik bersama suatu bangsa, hal itu tentu menjadi penanda jati diri bangsa tersebut. Seperti halnya bangsa lain, bangsa Indonesia juga memiliki jati diri yang membedakannya dari bangsa yang lain di dunia. Jati diri itu sekaligus juga menunjukkan keberadaan bangsa Indonesia di antara bangsa lain. Salah satu simbol jati diri bangsa Indonesia itu adalah bahasa, dalam hal ini tentu bahasa Indonesia. Hal itu sejalan dengan semboyan yang selama ini kita kenal, yaitu “bahasa menunjukkan bangsa”. 

Setiap bahasa pada dasarnya merupakan simbol jati diri penuturnya, begitu pula halnya dengan bahasa Indonesia juga merupakan simbol jati diri bangsa. Oleh karena itu, bahasa Indonesia harus senantiasa kita jaga, kita lestarikan, dan secara terus-menerus harus kita bina dan kita kembangkan agar tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi modern yang mampu membedakan bangsa kita dari bangsa-bangsa lain di dunia. Lebih-lebih dalam era global seperti sekarang ini, jati diri suatu bangsa menjadi suatu hal yang amat penting untuk dipertahankan agar bangsa kita tetap dapat menunjukkan keberadaannya di antara bangsa lain di dunia. Namun, bagaimana kondisi kebahasaan kita sebagai jati diri bangsa saat ini?

Kalau kita lihat secara cermat, kondisi kebahasaan di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan, terutama penggunaan bahasa Indonesia di tempat umum, seperti pada nama bangunan, pusat perbelanjaan, hotel dan restoran, serta kompleks perumahan, sudah mulai tergeser oleh bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Tempat yang seharusnya menggunakan bahasa Indonesia itu mulai banyak yang menggunakan bahasa yang tidak lagi menunjukkan jati diri keindonesiaan. Akibatnya, wajah Indonesia menjadi tampak asing di mata masyarakatnya sendiri. Kondisi seperti itu harus kita sikapi dengan bijak agar kita tidak menjadi asing di negeri sendiri.
Di sisi lain, kita juga melihat sikap sebagian masyarakat yang tampaknya merasa lebih hebat, lebih bergengsi, jika dapat menyelipkan beberapa kata asing dalam berbahasa Indonesia, padahal kosakata asing yang digunakannya itu ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Misalnya, sebagian masyarakat lebih suka menggunakan kata di-follow up-i, di-pending, meeting, dan on the way. Padahal, kita memiliki kata ditindaklanjuti untuk di-follow up-i, kata ditunda untuk di-pending, pertemuan atau rapat untuk meeting, dan sedang di jalan untuk on the way, lalu mengapa kita harus menggunakan kata asing? Sikap yang tidak “menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia itu, harus kita kikis karena kita harus mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai simbol jati diri bangsa.

Tidak seharusnya kita membiarkan bahasa Indonesia larut dalam arus komunikasi global yang menggunakan media bahasa asing seperti itu. Jika hal seperti itu kita biarkan, tidak tertutup kemungkinan jati diri keindonesiaan kita sebagai suatu bangsa pun akan pudar, bahkan tidak tertutup kemungkinan terancam larut dalam arus budaya global. Jika hal itu terjadi, jangankan berperan di tengah kehidupan global, menunjukkan jati diri keindonesiaan kita sebagai suatu bangsa pun kita tidak mampu. Kondisi seperti itu tentu tidak akan kita biarkan terjadi. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya agar jati diri bangsa kita tetap hidup di antara bangsa lain di dunia. Dalam konteks kehidupan global seperti itu, bahasa Indonesia sesungguhnya selain merupakan jati diri bangsa, sekaligus juga merupakan simbol kedaulatan bangsa.

Selain bahasa Indonesia, sastra Indonesia juga merupakan bagian dari simbol jati diri bangsa. Hal itu karena sastra pada dasarnya merupakan pencerminan, ekspresi, dan media pengungkap tata nilai, pengalaman, dan penghayatan masyarakat terhadap kehidupan sebagai suatu bangsa. Oleh karena itu, segala sesuatu yang terungkap dalam karya sastra Indonesia pada dasarnya juga merupakan pencerminan dari jati diri bangsa Indonesia.
Jika sebagai suatu bangsa, salah satu simbol jati diri kita adalah bahasa dan sastra Indonesia; sebagai anggota suatu komunitas etnis di Indonesia, simbol jati diri kita adalah bahasa dan sastra daerah. Oleh karena itu, sebagai suatu simbol jati diri kedaerahan, bahasa dan sastra daerah juga harus kita jaga dan kita pelihara untuk menunjukkan jati diri dan kebanggaan kita sebagai anggota masyarakat daerah. 

Sebagai warga negara Indonesia, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai suatu bangsa dan sebagai putra daerah, kita tidak boleh kehilangan jati diri kedaerahan kita agar kita tidak tercerabut dari akar budayanya. Sebagai putra daerah, kita tidak boleh kehilangan jati diri kedaerahannya, dan sebagai putra Indonesia, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita sebagai suatu bangsa.

Selain terungkap dalam simbol bahasa dan sastra, jati diri kita tercermin pula dari kekayaan seni budaya, adat istiadat atau tradisi, tata nilai, dan juga perilaku budaya masyarakat. Terkait dengan itu, Indonesia amat kaya akan keragaman seni budaya, adat istiadat atau tradisi, dan juga tata nilai dan perilaku budaya. Sebagai unsur kekayaan budaya bangsa, seni budaya, adat istiadat atau tradisi, tata nilai, dan perilaku budaya perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai simbol yang dapat mencerminkan jati diri bangsa, baik dalam kaitannya dengan jati diri lokal maupun jati diri nasional.

Satu hal lagi yang dapat menjadi simbol jati diri adalah kearifan lokal. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal yang merupakan pencerminan sikap, perilaku, dan tata nilai komunitas pendukungnya. Kearifan lokal itu dapat digali dari berbagai sumber yang hidup di masyarakat, yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi leluhurnya dalam bentuk pepatah, tembang, permainan, syair, kata bijak, dan berbagai bentuk lain. Kearifan lokal itu sarat nilai yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan masa kini yang dapat memperkuat kepribadian dan karakter masyarakat, serta sekaligus sebagai penyaring pengaruh budaya dari luar.
Sebagai simbol jati diri bangsa, bahasa Indonesia harus terus dikembangkan agar tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi yang modern dalam berbagai bidang kehidupan. Di samping itu, mutu penggunaannya pun harus terus ditingkatkan agar bahasa Indonesia dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif dan efisien untuk berbagai keperluan. Upaya ke arah itu kini telah memperoleh landasan hukum yang kuat, yakni dengan telah disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Undang-undang tersebut merupakan amanat dari Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan sekaligus merupakan realisasi dari tekad para pemuda Indonesia sebagaimana diikrarkan dalam Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928, yakni menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Dalam menjalani kehidupan pada era global saat ini, jati diri lokal ataupun jati diri nasional tetap merupakan suatu hal yang amat penting untuk dipertahankan agar kita tetap dapat menunjukkan keberadaan kita sebagai suatu bangsa. Jati diri itu sama pentingnya dengan harga diri. Jika tanpa jati diri, berarti kita tidak memiliki harga diri. Atas dasar itu, agar menjadi suatu bangsa yang bermartabat, jati diri bangsa itu harus diperkuat, baik yang berupa bahasa dan sastra, seni budaya, adat istiadat, tata nilai, maupun perilaku budaya dan kearifan lokalnya.
Untuk memperkuat jati diri itu, baik yang lokal maupun nasional, diperlukan peran serta berbagai pihak dan dukungan aturan serta sumber daya yang memadai. Peran serta masyarakat juga sangat diperlukan dalam memperkuat jati diri bangsa itu. Dengan jati diri yang kuat, bangsa kita akan makin bermartabat sehingga mampu berperan—bahkan juga bersaing—dalam kancah kehidupan global.

15 April 2015

Oleh : Arief Bahtiar, S.Pd.