Minggu, 12 April 2015

Selingan....


  • "Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang."
    Artinya jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah.
  • "Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas."
    Artinya keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas.
  • "Makan hati berulam rasa."
    Artinya menderita karena perbuatan orang yang kita sayang.
  • "Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja."
    Artinya menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan.
  • "Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan."
    Artinya perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara mendalam.
  • "Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata."
    Artinya segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing.
  • "Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting."
    Artinya segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik.
  • "Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai."
    Artinya orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya.
  • "Sehari selembar benar, setahun selembar kain."
    Artinya suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.
  • "Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia."
    Artinya hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa.

Tidak ada komentar: